Belum lagi persoalan kelangkaan BBM di beberapa daerah, kenaikan harga kebutuhan pokok dan sulitnya memperoleh lapangan pejerjaan. Lagi -lagi pemerintah sekadar memberi pernyataan normatif. Rakyat butuh kehadiran pemerintah yang mau mendengar, menjelaskan, dan bertanggung jawab.
Bahkan, ketika negara lain menyampaikan protes akibat dampak asap kebakaran hutan yang meluas di Kalimantan, pemerintah semestinya menunjukkan kesungguhan dalam menangani persoalan tersebut, termasuk menyampaikan penyesalan dan permintaan maaf.
*Inilah persoalan akhlak dalam pemerintahan: bukan sekadar apa yang dikatakan, melainkan bagaimana kekuasaan bersikap ketika berhadapan dengan kritik, kesalahan, dan penderitaan masyarakat.*
Sikap yang terkesan arogan dan defensif hanya akan memperlebar jarak antara penguasa dan rakyat. Padahal, seorang pemimpin tidak akan kehilangan martabat ketika mengakui kekeliruan. Justru di situlah kualitas kepemimpinan dan kematangan akhlaknya diuji.



