Sebab, gelar akademik setinggi apa pun tidak otomatis menjamin kebesaran jiwa dan keluasan pikiran.
Pertanyaan besarnya: sudah sedemikian parahkah proses pembodohan yang berlangsung di negeri ini, hingga para guru besar di perguruan tinggi pun ikut terpapar?
Jangan-jangan, ketika kebencian sudah menguasai pikiran, gelar guru besar hanya menjadi kebesaran nama tanpa kebesaran nalar.** ( Penulis Byudayawan Banten)



