MASA remaja awal usia 12 hingga 15 tahun (jenjang SMP/MTs) merupakan fase transisi krusial dalam perkembangan manusia. Berada pada rentang perubahan fisik pubertas, gejolak emosi, serta dinamika pencarian jati diri, remaja dihadapkan pada berbagai tantangan psikologis yang kompleks. Di era digital saat ini, paparan media sosial yang tanpa batas tak jarang memicu overthinking, tekanan belajar, konflik pertemanan, hingga kerentanan emosional.
Di tengah situasi ini, riset menunjukkan bahwa remaja jauh lebih nyaman membagikan cerita dan keluh kesahnya kepada teman sebaya (peers) dibandingkan kepada orang tua atau guru. Namun, belum banyaknya pemahaman mengenai cara mendengarkan yang aman membuat interaksi antar-teman kadang keliru—mulai dari saling menghakimi (judging), memberi saran yang tidak tepat, hingga memaksakan diri menyembuhkan teman yang justru berisiko mengganggu kondisi psikologis diri sendiri.


