Melihat fenomena tersebut, pengurus OSIS MTs Negeri 2 Kota Bandung menginisiasi program kerja psikoedukasi dengan menggandeng Fakultas Psikologi Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui program “Sahabat PEKA” (Be a Friend. Be a Support). Program ini menempatkan siswa pengurus OSIS dan MPK sebagai garda terdepan atau agent of change dalam membangun budaya sekolah yang sehat secara mental.
Mengenal Metode 3L (Look, Listen, Link)
Pada psikoedukasi Sahabat PEKA, para siswa tidak dituntut menjadi psikolog atau konselor profesional. Tutor sebaya diposisikan sebagai jembatan antara teman yang membutuhkan bantuan dengan pihak sekolah atau ahli. Pendekatan yang digunakan adalah 3L (Look, Listen, Link), yang disadur dari prinsip dasar Psychological First Aid (PFA).
Tahap pertama diawali dengan kepekaan mengamati lingkungan pertemanan. Remaja diajarkan untuk mengenali perubahan emosi dan perilaku teman sebayanya—seperti teman yang biasanya ceria tiba-tiba menjadi murung, menarik diri dari pergaulan, berhenti melakukan hobi yang disukai, atau menunjukkan tanda-tanda stres berat.


