Asnita juga menyoroti adanya sejumlah profesor yang akan memasuki purnabakti. “Karena beberapa profesor kita akan purnabakti, perlu ada penyamaan persepsi kembali, penyegaran, dan terutama semangat untuk membawa Unisba berdampak ke depan,” lanjutnya.
Ia menekankan bahwa arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi saat ini mendorong kampus untuk menjadi institusi yang berdampak melalui karya nyata.
“Kami melihat peran guru besar dan associate professor sebagai garda terdepan dalam menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Dari kegiatan ini, kami berharap muncul research collaboration dan joint publication antara Unisba dan UMAM,” tambahnya.
Dalam pemaparannya, Rushami Zien Yusoff menekankan bahwa dunia akademik kini berada dalam situasi yang menantang: volatile, uncertain, complex, ambiguous (VUCA), bahkan berkembang pada kondisi “Brittle, Anxious, Nonlinear, Incomprehensible.”


