Ia menjelaskan bahwa seorang profesor perlu meninggalkan pola kerja administratif yang hanya berorientasi compliance, dan mulai bergerak ke arah performance-based. “Profesor harus memahami di mana posisi dirinya dalam kontribusi terhadap negara dan umat. Karier akademik harus terhubung dengan big picture kompetitivitas bangsa,” tegasnya.
Zien juga menekankan pentingnya membangun karier akademik yang jelas melalui empat pilar utama: riset, publikasi, consulting, dan community service. Ia menjelaskan tantangan penelitian saat ini terkait knowledge gaps, baik teoretis, metodologis, maupun kontekstual-aplikatif yang harus diisi para akademisi.
Lebih jauh, Zien menyoroti tantangan besar dalam publikasi internasional. “Kesempatan untuk mendapatkan rekomendasi positif dari dua reviewer hanya sekitar 11 persen. Artinya, kualitas riset harus benar-benar kuat, terutama dari sisi novelty dan metodologi,” paparnya dalam sesi diskusi.


