Dalam arahannya, Sekda Jabar menegaskan lahirnya komitmen bersama lintas unsur untuk menjadikan Arcamanik sebagai wilayah percontohan penyelesaian sampah berbasis kolaborasi.
“Hari ini, alhamdulillah, kita sudah punya komitmen bersama, antara kami sebagai inisiator, para tokoh, kemudian juga dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, Pak Camat, para Lurah yakni ada empat Lurah, dan seluruh Ketua RW se-Kecamatan Arcamanik, ada 54 RW. Kita punya komitmen yang sama bahwa Kecamatan Arcamanik ini akan kita jadikan pilot project bagaimana kita menyelesaikan sampah,” tegas Herman Suryatman.
Ia menjelaskan bahwa terdapat dua pendekatan utama yang dijalankan secara simultan. Pertama, pendekatan rekayasa atau teknologi. Dalam pendekatan ini, Unisba menghadirkan inovasi Reaktor Plasma Dingin yang telah terpasang di Living Laboratory Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Berbudaya, Arcamanik. Saat ini, teknologi tersebut tengah diuji coba sebagai solusi pengolahan sampah berbasis teknologi yang lebih efektif dan ramah lingkungan.