Menurutnya, perubahan memang harus berawal dari diri sendiri. Ia pun mengutip pesan dai nasional, Aa Gym, yang dinilainya relevan dengan gerakan pengelolaan sampah.
“Seperti yang pernah disampaikan Aa Gym, kita mulai dari diri sendiri, mulai dari hal-hal kecil, dan mulai dari sekarang juga. Filosofi itu yang bisa kita pegang bersama,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khairat). Menurutnya, keberadaan alat pengelolaan sampah di Arcamanik serta kehadiran Sekretaris Daerah menjadi momentum penting bagi wilayah tersebut untuk menjadi pelopor perubahan.
“Karena lokasinya di Arcamanik dan mendapat perhatian khusus, tentu kita berharap Arcamanik bisa menjadi agen perubahan. Mudah-mudahan Kecamatan Arcamanik dapat menjadi model bagi kecamatan lainnya,” katanya.
Prof. Ratna juga menyampaikan kesiapan Unisba untuk menerjunkan sekitar 500 mahasiswa secara bertahap guna melakukan pendampingan dan pemetaan kondisi lapangan.