Kedua, pendekatan social engineering berbasis masyarakat untuk mendorong zero food waste atau pengurangan sampah makanan dari sumbernya.
“Dua kolaborasi ini, antara teknologi dan rekayasa sosial masyarakat, kita harapkan ke depan sampah bukan lagi menjadi masalah tapi sampah menjadi berkah, sampah menjadi rezeki. Yang paling penting adalah bagaimana kita mengubah mindset masyarakat tentang sampah ini,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Alkerma menyampaikan bahwa Program Zero Waste Unisba memiliki tiga pilar utama, yakni pengembangan reaktor plasma dingin, pengolahan sampah organik (food waste), serta pendekatan social engineering untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat.
Ia menegaskan bahwa teknologi tidak akan berjalan optimal tanpa partisipasi warga dalam memilah sampah sejak dari rumah. Karena itu, social engineering menjadi kerja bersama agar perubahan benar-benar dimulai dari diri sendiri, dari hal-hal kecil, dan dari sekarang.