“Insyaallah, sekitar 500 mahasiswa akan turun secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan. Semoga dengan semangat ini kita bisa mengubah sampah menjadi berkah bagi kita semua. Apalagi menjelang Ramadan, semoga ini menjadi bagian dari keberkahan untuk kita bersama,” tuturnya.
Selanjutnya, Person in Charge Social Engineering Tim Zero Waste Unisba, Dr. Titik Respati, drg., M.Sc.PH., menjelaskan bahwa tahap awal akan dimulai dengan needs assessment melalui kunjungan langsung ke rumah-rumah warga untuk memetakan kondisi pengelolaan sampah di masing-masing RW.
Program ini menargetkan transformasi pengelolaan sampah di 54 RW di Kecamatan Arcamanik secara bertahap, mulai dari pemetaan, edukasi, pelatihan, hingga evaluasi. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat, Arcamanik diharapkan menjadi model kawasan pengelolaan sampah terpadu yang dapat direplikasi di Kota Bandung dan wilayah lain di Jawa Barat.(ask/png)***