Ketua Tim Task Force Zero Waste Unisba Dr. Imam Indratno, S.T., M.T., menjelaskan bahwa timnya saat ini tengah melakukan optimalisasi kapasitas reaktor plasma. Selain itu, Unisba bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung telah menyepakati rekayasa sosial sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tiga program zero waste Unisba, yakni reaktor plasma, pengelolaan food waste, dan rekayasa sosial. Kegiatan rekayasa sosial tersebut dalam waktu dekat akan dilaksanakan melalui koordinasi kewilayahan, baik dengan camat maupun lurah, dengan melibatkan dosen dan mahasiswa untuk melakukan pendampingan di Kecamatan Arcamanik.
Ia menegaskan perbedaan mendasar antara teknologi reaktor plasma dan insinerator konvensional. “Insinerator mengandalkan bahan bakar untuk proses oksidasi. Sementara teknologi yang kami gunakan berbasis ionisasi dengan bantuan sinar ultraviolet untuk menghasilkan plasma, yang kemudian menjadi sumber energi bagi reaktor,” jelasnya.


