“Zero Waste Unisba memprioritaskan rekayasa sosial dan kemitraan institusional untuk ekonomi sirkular,” ujar Harits dalam pemaparannya.
Menurutnya, pendekatan tersebut memungkinkan kegiatan pengelolaan sampah menjadi ruang belajar bagi mahasiswa sekaligus bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Melalui program PkM Berdampak Zero Waste, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman di lapangan, tetapi juga diarahkan untuk menerjemahkan hasil asesmen menjadi aksi bersama masyarakat.
“Mahasiswa berperan sebagai pelaksana lapangan yang membantu menerjemahkan hasil asesmen menjadi aksi bersama warga,” jelasnya.
Program tersebut diawali dengan need assessment dan baseline untuk memperoleh gambaran mengenai kondisi persampahan di wilayah sasaran. Mahasiswa bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) kemudian menjalankan berbagai tahapan, mulai dari survei rumah tangga, pemetaan hotspot sampah, audit sampah, forum warga, pendampingan pilot aksi hingga evaluasi.


