Dalam pemaparannya, Harits juga menyampaikan lima kunci yang dapat direplikasi dalam pengembangan program serupa. Kelima hal tersebut meliputi satu pintu data, pembagian peran unit yang jelas, pembelajaran yang terdesain, konversi yang terkendali, serta sistem dan monitoring.
Pada aspek kelembagaan, setiap tahapan program memiliki penanggung jawab yang jelas, mulai dari Kemahasiswaan, LPPM, P2AP, PSITEK, hingga program studi. Sementara itu, RPS dan logbook disiapkan untuk memastikan kegiatan lapangan memiliki keterkaitan dengan capaian pembelajaran.
Pendekatan tersebut menunjukkan upaya Unisba dalam menempatkan isu lingkungan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan tinggi. Pengelolaan sampah tidak hanya diarahkan pada perubahan perilaku masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran, pengabdian, pengembangan inovasi, dan penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dengan masyarakat.


