Dalam pelaksanaannya, kualitas data menjadi salah satu perhatian penting. Harits menekankan bahwa data yang dikumpulkan mahasiswa harus memenuhi prinsip etis dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan di tingkat masyarakat.
“Data harus etis, bisa dipertanggungjawabkan, dan cukup rapi untuk dipakai mengambil keputusan di tingkat RW,” ungkapnya.
Gunakan Taksonomi Bloom
Hal lain yang menjadi bagian dari praktik Unisba adalah menghubungkan aktivitas Zero Waste dengan proses pembelajaran mahasiswa. Dalam materi yang disampaikan, aktivitas mahasiswa dikembangkan agar dapat memperoleh pengakuan akademik melalui konversi Satuan Kredit Semester (SKS) maupun pencantuman capaian pada Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Konsep tersebut menggunakan Taksonomi Bloom sebagai dasar pengakuan aktivitas. Aktivitas pada ranah kognitif diarahkan untuk dikonversi menjadi mata kuliah, sedangkan aktivitas pada ranah afektif dan psikomotorik dicatat sebagai capaian sikap dan keterampilan dalam SKPI.


