Ia menjelaskan bahwa survei ini menggunakan pendekatan metodologis yang ketat, termasuk adaptasi lintas budaya, pengujian kognitif bersama anak-anak, serta penggunaan berbagai instrumen pengukuran seperti Children’s Worlds Subjective Well-Being Scale, Domain-Based Scale, dan Positive and Negative Affect Scale. Prof. Savahl menegaskan bahwa keunggulan utama survei ini terletak pada penempatan anak sebagai subjek aktif dalam penelitian, bukan sekadar responden pasif.
Jalannya diskusi dipandu Kepala Unit Layanan Psikologi Terpadu (ULPT) Fakultas Psikologi Unisba Andhita Nurul Khasanah, M.Psi., Psikolog, Moderator memfasilitasi sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan para narasumber, mengangkat berbagai pertanyaan seputar implikasi temuan penelitian untuk praktik psikologi anak di Indonesia, strategi pengembangan kebijakan berbasis data, serta peluang kolaborasi riset internasional.