“Pentingnya pelatihan dan edukasi bagi pekerja dan pemberi kerja untuk mengidentifikasi dan menangani berbagai risiko-risiko guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman,” ungkapnya.
Di samping penekanan terhadap bahaya biologis di tempat kerja, Anwar juga menyoroti masalah kesehatan mental di lingkungan kerja sebagai isu yang tidak kalah penting.
Kesehatan mental pekerja, ujar Anwar harus menjadi prioritas bersama. Selain itu timbulnya stres yang berlebihan dan tekanan di tempat kerja dapat berdampak negatif terhadap produktivitas dan kesejahteraan pekerja.
“Saya mendorong munculnya kebijakan yang menyeimbangkan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, serta program-program yang dapat memberikan dukungan psikologis bagi pekerja,” ucap Sekjen Anwar.
Isu ketiga yang tak kalah penting adalah jaminan sosial bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan. Anwar menegaskan perlunya pelindungan yang lebih kuat bagi pekerja yang terdampak oleh pemutusan hubungan kerja.