Barantin juga telah menyiapkan strategi komunikasi masif dengan slogan “Pre-Border Aman, Swasembada Tercapai, Indonesia Tangguh” untuk internal, pemerintah dan mitra strategis, serta publik dan media. Sosialisasi dan kolaborasi akan dilakukan dengan otoritas karantina negara asal untuk memastikan interoperabilitas data. Pengembangan kompetensi ASN Karantina juga menjadi fokus, dengan melibatkan simulasi dan uji coba sistem verifikasi data pre-border.
Proyek ini mendapat bimbingan dari Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, sebagai Mentor, dan Robinson Hasoloan Sinaga sebagai Coach.(red)
