Puncak dari inovasi ini adalah pengubahan desain digital menjadi benda fisik. Menggunakan teknologi Additive Manufacturing atau pencetakan tiga dimensi (3D Printing) berbahan PLA, tim mencetak prototipe rangka motor berskala 1:8.
Kehadiran wujud fisik ini terbukti secara drastis mengubah cara tim engineering PT. INKAE bekerja. Mereka tak lagi hanya meraba-raba gambar 2D di layar, melainkan bisa menyentuh, memutar, dan mendiskusikan peletakan komponen baterai dan suspensi pada objek fisik yang nyata, sehingga meminimalisir kesalahan sebelum produksi massal dilakukan.
Program Skema Teknologi Tepat Guna (TTG) ini tidak berhenti pada penyerahan produk. Tim Telkom University juga menggelar workshop dan pendampingan teknis bagi para insinyur PT. INKAE. Para praktisi industri ini diajak menyelami penerapan desain berpusat pada manusia (HCD), optimasi geometri, hingga praktik langsung mengevaluasi desain berbasis prototipe 3D.


