Perempuan kelahiran Bandung, 7 Februari 2004, itu mengaku terkejut ketika mengetahui dirinya meraih IPK tertinggi di Unisba. Baginya, capaian tersebut lebih merupakan hasil dari proses yang dijalani selama kuliah daripada sesuatu yang sejak awal ditargetkan.
“Sebetulnya saat tahu ternyata dapat IPK tertinggi, pertama-tama merasa kaget dan sekaligus merasa bangga juga sama diri sendiri,” ujar Meisya.
Sejak awal kuliah, ia memilih untuk fokus mengikuti pembelajaran dan menyelesaikan setiap tanggung jawab akademik dengan sebaik mungkin.
“Saya tipe yang belajar dulu aja, ngelakuin dulu aja. Enggak harus banget jadi yang tertinggi,” katanya.
Selama berkuliah, Meisya aktif dalam kegiatan akademik. Ia pernah terlibat dalam penelitian bersama sejumlah dosen Fikom Unisba yang memberinya pengalaman berdiskusi dan bekerja dalam tim penelitian. Pengalaman tersebut juga membantunya memahami materi perkuliahan yang berkaitan dengan penelitian.


