Bagi Laelani, terpilih menjadi GSA merupakan kebanggaan tersendiri. Terlebih, ia berhasil masuk dalam sekitar 2.000 peserta terpilih dari kurang lebih 300.000 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Jujur saya senang dan bangga bisa mewakili Unisba. Ini juga menjadi kesempatan untuk belajar dan mengembangkan skill tentang teknologi dan AI, memperluas relasi dengan mahasiswa di seluruh Indonesia, serta berkontribusi di lingkungan kampus,” ujar Laelani.
Sebagai GSA, Laelani ingin menjadi penghubung antara Google dan mahasiswa Unisba. Ia berencana mengadakan sharing session maupun workshop sederhana mengenai AI dan teknologi Google.
Menurutnya, mahasiswa perlu dikenalkan dengan teknologi bukan hanya sebagai pengguna, tetapi juga agar mampu memanfaatkannya secara bijak, kreatif, dan produktif untuk menunjang kegiatan akademik maupun pengembangan diri.


