“Jadi, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami bagaimana menggunakannya secara bertanggung jawab,” tuturnya.
Jembatan Mahasiswa dan Google
Cerita berbeda datang dari Safarnaddin. Menjadi GSA bukanlah pengalaman pertamanya mencoba program tersebut. Ia sebelumnya pernah mendaftar tetapi belum berhasil lolos. Pengalaman itu justru menjadi dorongan untuk kembali mencoba hingga akhirnya berhasil terpilih pada Batch 2.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Sebelumnya saya pernah mendaftar dan tidak lolos, sampai akhirnya di Batch 2 ini saya bisa lolos untuk mewakili Unisba,” ungkapnya.
Safarnaddin tertarik mengikuti GSA karena sejak awal telah memantau program tersebut dan melihat banyak kesempatan yang bisa diperoleh. Selain mendapatkan pengalaman baru, ia berharap dapat bertemu dan membangun relasi dengan mahasiswa dari berbagai universitas.


