Sementara itu, Nafisa melihat program GSA sebagai kesempatan untuk berkembang sekaligus berbagi. Ia mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena teknologi dan AI saat ini semakin dekat dengan kehidupan mahasiswa.
“Saya ingin belajar lebih jauh mengenai teknologi sekaligus menjadi bagian dari lingkungan yang mendorong mahasiswa menggunakan teknologi secara lebih kreatif, produktif, dan bertanggung jawab,” kata Nafisa.
Nafisa juga melihat GSA sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan networking. Ia ingin menghadirkan kegiatan yang membuat mahasiswa merasa bahwa AI bukan sesuatu yang sulit atau jauh dari kehidupan sehari-hari.
Salah satu gagasan yang ingin dibawanya adalah sharing session mengenai pemanfaatan AI untuk membantu mahasiswa belajar, mencari ide, mengembangkan kreativitas, dan meningkatkan produktivitas. Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap harus diiringi kemampuan berpikir kritis dan sikap bertanggung jawab.


