“Lokakarya ini mewujudkan semangat kolaborasi dan pertukaran pengetahuan di seluruh Asia, memastikan bahwa hasil BAIC tidak berhenti pada makalah dan presentasi, melainkan berlanjut menjadi kemitraan internasional yang nyata,” ujarnya.
Lebih lanjut, Neni menegaskan bahwa dari konferensi dan lokakarya ini, Unisba mengantisipasi terbentuknya jaringan akademis yang lebih kuat di kawasan ASEAN dan Asia, lahirnya kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara yang baru, tersusunnya rekomendasi kebijakan praktis yang mengintegrasikan nilai-nilai halal dengan prinsip keberlanjutan, terdokumentasikannya praktik-praktik terbaik untuk dapat direplikasi, serta terwujudnya kontribusi ilmiah yang lebih luas melalui publikasi internasional.
“BAIC 2025 bukan sekadar konferensi, melainkan sebuah gerakan yang menyatukan sains, kebijakan, dan pengabdian masyarakat dengan nilai-nilai Islam demi mewujudkan masa depan halal yang berkelanjutan. Semoga konferensi dan lokakarya ini menjadi katalis bagi inovasi yang etis, inklusif, dan relevan secara global,” pungkasnya.


