“Oleh karena itu, forum hari ini bukan hanya platform untuk diskusi, tetapi juga undangan untuk bertindak. Kami berharap ide-ide yang dibagikan di sini dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi kebijakan, kerja sama lintas negara, dan proyek-proyek berbasis lokal yang berkontribusi pada keberlanjutan,” ungkap Prof. Ratna.
Ia juga menegaskan bahwa sebagai universitas yang berakar pada nilai-nilai Islam dan keunggulan ilmiah, Unisba percaya bahwa keadilan iklim bukan hanya agenda lingkungan, tetapi juga keharusan moral. Dalam semangat itu, ia berharap dialog internasional ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan Unisba menuju tahun ke-67, sekaligus panggilan untuk berkontribusi secara nyata bagi masa depan Indonesia dan dunia. Prof. Ratna berharap diskusi ini memicu pemahaman baru, memperkuat kemitraan, dan menyalakan semangat kolektif dalam mengejar keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan spiritual.(ask/png)