“Hibah dari Dikti itu bukan main, sangat kompetitif. Setiap tahun ada sekitar 50 ribu proposal yang masuk. Jadi pencapaian ini mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap kualitas Unisba,” tambahnya.
Lebih lanjut, Prof. Neni menegaskan bahwa riset dan pengabdian bukan sekadar memenuhi kewajiban Tri Dharma, tapi merupakan kunci peningkatan mutu pembelajaran dan dampak sosial yang nyata.
“Ilmu bukan hanya untuk disimpan, tapi harus membawa manfaat. Budaya riset dan PkM ini harus terus dipupuk agar dosen makin peka terhadap kontribusi nyata bagi masyarakat dan pengembangan ilmu,” pungkasnya.
Dengan penghargaan ini, Unisba menegaskan eksistensinya sebagai kampus unggul yang tidak hanya akademis, tapi juga proaktif dalam memberdayakan masyarakat dan membangun peradaban berbasis ilmu pengetahuan.(ask/png)