“Ini seperti hadiah terakhir yang membahagiakan. Selama ini Unisba memang langganan masuk deretan atas dalam bidang riset. Tapi yang paling membanggakan adalah lonjakan tajam dalam hibah pengabdian kepada masyarakat. Ini hasil kerja keras dari LPPM, universitas, hingga unit-unit di fakultas,” ungkapnya.
Prof. Edi berharap capaian ini dapat menjadi batu loncatan bagi peningkatan status klaster LPPM dari “Utama” menuju “Mandiri”, serta menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika.
“Jangan cepat puas. Ini saatnya memperkuat pondasi untuk kemajuan Unisba di masa mendatang, terutama bagi rektor selanjutnya,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua LPPM Unisba, Prof. Dr. Neni Sri Imaniyati, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah dari proses panjang dan sinergi kolektif berbagai elemen kampus.
“Kami tak hanya sosialisasi, tapi juga turun langsung melalui coaching clinic untuk mendampingi dosen menyusun proposal riset dan PkM. Ini kerja kolaboratif – mulai dari yayasan, pimpinan universitas, para dekan, hingga dosen-dosen yang punya semangat luar biasa,” ujar Prof. Neni.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam rentang 2022–2025, jumlah dosen Unisba penerima hibah penelitian dari Kemdikbudristek meningkat hingga 38,89%, dan lebih mencengangkan lagi, hibah PkM melonjak hingga 300%.