Seluruh biaya awal perkuliahan ia penuhi dari hasil menarik penumpang. Bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diterimanya kemudian membantu kebutuhan akademik, sementara kebutuhan hidup sehari-hari tetap ia penuhi dari penghasilannya sebagai ojol. Pada semester pertama, Irna masih tinggal di kos, sebelum akhirnya memutuskan pulang-pergi dari Cimaung ke Bandung demi menekan biaya dan menjaga stamina.
Perjalanan itu tidak selalu aman. Irna pernah mengalami pengalaman traumatis saat dikejar begal di wilayah Bandung Barat ketika masih menarik penumpang hingga larut malam. Sejak kejadian itu, ia membatasi jam kerja dan lebih berhati-hati. Namun, keterbatasan tak menghentikannya untuk terus bergerak.
Selain menjadi ojol, Irna juga sempat bekerja sebagai pengajar di bimbingan belajar daring pada akhir pekan. Ia membagikan pengetahuan seputar administrasi dan persiapan seleksi CPNS serta BUMN, bidang yang dikenalnya dari pengalaman keluarga dan lingkar pertemanan. Senin hingga Jumat ia fokus kuliah dan ojol, sementara Sabtu dan Minggu ia mengajar.