Di tengah padatnya aktivitas, Irna tetap aktif berorganisasi. Ia tercatat sebagai Ketua Komisi B di Lembaga Dewan Amanat Mahasiswa (DAM) Fakultas Syariah. Kedisiplinan menjadi kunci baginya. “Semua harus ada jadwal. Kalau memang tidak memungkinkan, saya memilih pulang dulu karena ada tanggung jawab lain,” ujarnya.
Kerja keras itu berbuah manis. Hingga kini, Irna mencatatkan IPK 3,58 dan pernah meraih juara dua lomba ceramah tingkat kecamatan. Prestasi akademik tersebut diraih di tengah tanggung jawab hidup yang tidak ringan, termasuk kehilangan kedua orang tua, ayahnya wafat satu tahun lalu.
Kini, Irna berada di semester akhir dan tengah menyusun skripsi dengan topik nusyuz atau pembangkangan dalam pernikahan, mengkaji fenomena perceraian dan peran suami-istri dalam perspektif hukum Islam. Ia menargetkan dapat mengikuti wisuda pada Agustus mendatang.