Tak hanya fokus akademik, Irna juga merintis usaha camilan bernama IR Snack yang telah berjalan sekitar delapan bulan. Produk seperti basreng, makaroni, hingga bakso ikan goreng ia pasarkan melalui toko daring.
Ke depan, mimpi Irna tidak berhenti di bangku sarjana. Ia bercita-cita melanjutkan studi ke jenjang S2 melalui beasiswa LPDP, dengan tujuan studi ke luar negeri, seperti Singapura atau Malaysia. Cita-citanya pun jelas, yakni menjadi hakim atau advokat.
“Jangan pernah malu dengan pekerjaan selama itu halal. Pendidikan itu penting untuk memperbaiki masa depan,” pesannya. Bagi Irna, Unisba bukan sekadar tempat belajar tetapi ruang pembentukan karakter, tentang menjadi insan terdidik yang bermanfaat bagi sesama.
Dari atas motor dan di bangku kuliah, Irna Kurniawati membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Ia menjemput masa depan dengan kerja keras, keyakinan, dan keberanian memilih jalan yang benar, meski tidak selalu mudah.(askur/png)