Membawa peralatan medis canggih ke Kampung Wangun adalah sebuah operasi teknis yang menantang. Untuk memberikan diagnosa pasti, tim Fakultas Kedokteran Unisba harus memobilisasi ekokardiografi (USG jantung) portabel. Alat ini sangat sensitif dan menuntut syarat teknis yang ketat, yakni kestabilan arus listrik dengan daya minimal 2000 Watt.
Keberhasilan membawa teknologi ini ke pelosok bukan hanya soal mesin, melainkan hasil dari pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA). Melalui PRA, masyarakat lokal tidak hanya menjadi objek tetapi mitra aktif yang membantu tim medis memetakan beberapa hal. Pertama, Stabilitas Kelistrikan: memastikan titik daya yang mampu menyokong alat tanpa risiko kerusakan teknis. Kedua, Privasi Medis yaitu menata ruangan khusus yang menjamin privasi pasien selama tindakan, sebuah tantangan besar di fasilitas desa yang terbatas. Keterlibatan warga dalam menyiapkan sarana ini membuktikan bahwa teknologi secanggih apa pun tetap membutuhkan sentuhan kearifan lokal agar bisa berfungsi.


