Kesenjangan akses kesehatan hanya bisa dijembatani oleh mereka yang berada paling dekat dengan pintu rumah warga, yaitu para kader kesehatan. Melalui metode sederhana “Lihat – Raba – Laporkan” , mereka dilatih menjadi sistem deteksi dini mandiri. Kader dan orang tua diajarkan untuk mengidentifikasi tanda bahaya kardiovaskular, yaitu Lihat, memeriksa adanya sianosis (kebiruan pada bibir atau kuku) dan napas yang cepat hingga dada tampak cekung ke dalam. Berikutnya Raba, merasakan detak jantung yang bergetar ganjil di dinding dada kiri, serta merasakan kaki dan tangan yang dingin sebagai tanda aliran darah (perfusi) yang tidak sampai ke ujung tubuh. Terakhir Laporkan, segera merujuk ke petugas medis jika ditemukan minimal satu tanda ganjil.Dalam proses ini, tim juga memantau saturasi oksigen —sebuah ukuran sederhana untuk mengetahui seberapa banyak oksigen yang dibawa oleh darah anak—menggunakan alat pulse oximeter.


