“Pandangan saya misalnya menebang pohon yang sudah tua pasti ada ritual tertentu dengan tujuan untuk menghormati mahluk hidup, Kang Dedi Mulyadi itu muslim dan pernah berhaji pula, insya allah tidak musyrik dan tidak syirik. Bahwa itu hanya sebatas menjalankan dan menghargai nilai luhur tadi,” ujar Buky.
Namun demikian, kekhawatiran para ulama Jabar dan tokoh masyarakat ini akan diperhatikan dan menjadi catatan penting dalam koridor mengawal program pemerintah. Sebab, bagaimanapun kepentingan masyarakat harus ditampung dengan sebaik-baiknya.
“Kami sangat menghormati kekhawatiran para ulama dan tokoh masyarakat Jawa Barat ini sebagai aspirasi yang harus diakomodir dengan baik,” katanya.
Perwakilan Ulama Jawa Barat KH Syarif Hidayat menuturkan, pihaknya berharap kepada Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat terpilih agar Jawa Barat ke depan bisa bersinergis, berkaloborasi dengan kekhasan bahwa Jawa Barat adalah masyarakat yang religius. Sehingga semakin kuat Jawa Barat sebagai masyarakat agamis. Kolaborasi Jawa Barat sebagai etalase Indonesia. Maka dari itu pihaknya mengharapkan tidak membuat kebijakan yang kontroversi.