“Apalagi sampai ada pro dan kontra antara pemerintah daerah dengan masyarakat. Betapa indahnya kalau islam itu menjadi landasan yang rakhmatan lil alamin. Sehingga kami berharap lahirnya silaturahim bisa ditegakan. Kita jauh dari pemusuhan dan jauh dari perlakuan dosa, dan para ahli ulama punya kepentingan untuk menjaga umat islam jangan terkontaminasi dengan virus-virus yang membahayakan,” ujarnya.
Seperti diketahui, lanjut Syarif, isu yang beredar dimasyarakat bahwa adanya kereta kencana, nyiroro kidul seorang muslimah, harus dibuktikan virus-virus tersebut tidak benar dan hanya sebatas legenda saja. Jawa Barat harus bertauhid dan menjadi masyarakat yang religius dan bisa dijaga aqidahnya dengan baik.
“Semoga ini menjadikan keharmonisan diantara para ahli ulama dengan masyarakat,” tuturnya
Hal serupa dikemukakan ulama lainnya, Hidayatullah yang menyebutkan, Pesan untuk Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Terpilih Periode 2025-2030 mengingatkan dalam memulai tugasnya memimpin dan mengurus Masyarakat Jawa Barat yang teguh dan memegang prinsip agama islam. Selain itu mengayomi keimanan dan ketaqwaan rakyatnya yang muslim dengan bimbingan para ulama.
Bahwa DPRD Jawa Barat sebagai representasi aspirasi dan keyakinan mayoritas islam Jawa Barat, dengan etnis Sunda muslim berkomitmen memperkuat jatidiri yang beriman dan bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala ; yang menghargai perbedaan.