DUKUNGAN HARUS DIBUKTIKAN DENGAN TINDAKAN
Pertemuan para ulama dan tokoh Jawa Barat tersebut menjadi pesan moral kepada pimpinan Polri bahwa masyarakat masih menaruh harapan terhadap institusi Kepolisian Republik Indonesia.
Namun, harapan itu harus dijawab dengan langkah konkret. Reformasi tidak cukup melalui pergantian pejabat atau pernyataan komitmen, melainkan harus terlihat dalam penanganan perkara, pemberantasan kejahatan, dan pembenahan internal institusi.
Menutup pernyataan sikapnya, Ustaz Asep Syaripudin menyampaikan doa agar Kapolri diberikan kekuatan dan keberanian untuk menjalankan amanah.
“Kami mendoakan Kapolri agar mampu membawa institusi Kepolisian kembali menjadi pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat,” tandasnya.
Pesan utama Aliansi Ulama dan Tokoh Jawa Barat jelas: dukungan kepada Kapolri harus menjadi energi untuk menegakkan keadilan, bukan sekadar dukungan seremonial.
Polri membutuhkan keberanian untuk membongkar kejahatan, ketegasan terhadap anggotanya sendiri, dan komitmen untuk menempatkan hukum di atas segala kepentingan.
Sebab, negara hukum tidak boleh tunduk kepada kekuasaan. Hukum harus berdiri untuk melindungi kebenaran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.**( R. MUR/MNM)



