“FEB Unisba berkomitmen untuk terus memperkuat peran akademik melalui riset, diskusi ilmiah, dan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan. Isu green finance dan ekonomi rendah karbon merupakan isu strategis yang membutuhkan pendekatan multidisiplin serta keterlibatan generasi muda,” tambahnya.
Hadirkan Interdisipliner
FGD menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang, antara lain Fauqi Muhtaromun Nazwan dari Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Arieck Priyatna sebagai perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Barat, Siti Muarofah dari Bank Indonesia, Dr. Achmad Kemal Hidayat, S.E., M.Sc. selaku ahli keuangan/akademisi ekonomi, serta Prof. Dr. Renea Shinta Aminda, S.E., M.M. selaku ahli ekonomi/akademisi ekonomi.
Diskusi membahas berbagai perspektif mengenai kebijakan green finance, termasuk peran sektor keuangan dalam mendukung proyek dan aktivitas ekonomi yang berwawasan lingkungan, penguatan kinerja LULUCF (Land Use, Land-Use Change and Forestry), serta pentingnya inovasi teknologi dalam mempercepat transformasi ekonomi rendah karbon.


