Karier akademik Dini dimulai sebagai dosen muda di Fakultas Hukum Unisba. Seperti kebanyakan akademisi, ia menapaki jenjang jabatan fungsional secara bertahap. Namun, perjalanan menuju Guru Besar tidak selalu berjalan mulus.
Fase dari Lektor Kepala ke Guru Besar menjadi fase terpanjang dalam kariernya. Ia mengakui bahwa proses tersebut memakan waktu sangat lama. “Perjalanan dari Lektor Kepala ke Guru Besar memakan waktu yang panjang,” ujarnya.
Perubahan regulasi dalam dunia akademik juga menjadi tantangan tersendiri. Salah satu syarat penting yang harus dipenuhi adalah publikasi di jurnal internasional bereputasi yang terindeks Scopus. Bagi Dini, proses ini tidak mudah. Naskah yang ia kirimkan berkali-kali mengalami penolakan. Bahkan, ia menyebut sekitar enam hingga tujuh kali tulisannya ditolak oleh jurnal internasional.
Namun pengalaman tersebut justru menjadi proses pembelajaran. Ia terus memperbaiki naskah, berdiskusi dengan rekan sejawat, dan mempelajari standar yang diharapkan penerbit jurnal internasional. Ketekunan itu akhirnya membuahkan hasil. Dalam waktu hampir bersamaan, dua artikel ilmiahnya berhasil terbit di jurnal internasional bereputasi, masing-masing pada kategori Q1 dan Q2. Publikasi tersebut menjadi titik penting yang mengantarkannya mengajukan jabatan Guru Besar.