Selain berkontribusi di lingkungan kampus, ia juga menilai Guru Besar harus mampu menghadirkan keilmuannya di ruang publik yang lebih luas. Menurutnya, seorang Guru Besar tidak hanya menjadi “permata” di lingkungan kampus tetapi juga harus mampu memberi pengaruh dan manfaat di luar kampus sebagai representasi institusi.
Menariknya, perjalanan Dini di dunia hukum sebenarnya berawal dari cerita yang tidak biasa. Saat masih calon mahasiswa, ia sebenarnya bercita-cita menjadi dokter. Namun setelah tidak diterima di fakultas kedokteran, ia secara tidak sengaja mendaftar di Fakultas Hukum Unisba pada hari terakhir pendaftaran.
Awalnya Ingin Masuk Kedokteran
Pada awalnya ia sempat merasa salah memilih jurusan. Bahkan selama beberapa semester pertama ia mengaku sempat menyesal. Semua berubah ketika salah seorang dosen mengapresiasi prestasi akademiknya. Nilai-nilai yang baik membuatnya memperoleh beasiswa dan membangkitkan kepercayaan diri bahwa ia mampu menekuni bidang hukum.