Menariknya, setelah seluruh persyaratan terpenuhi, proses pengajuan jabatan akademik tersebut justru berlangsung relatif cepat. Dari pengajuan berkas hingga penetapan hanya memerlukan waktu kurang dari tiga bulan.
Di balik perjuangan akademik tersebut, dukungan keluarga menjadi sumber motivasi utama bagi Dini. Ia menyebut suaminya sebagai sosok yang terus mendorongnya untuk menyelesaikan proses menuju Guru Besar. Dorongan tersebut semakin kuat karena sebelumnya ia pernah meraih prestasi sebagai dosen teladan. Pada tahun 2015, Dini meraih Juara I Dosen Teladan tingkat universitas serta Juara II tingkat Jawa Barat dan Banten. Prestasi itu menjadi pengingat bahwa ia memiliki kapasitas untuk mencapai jenjang akademik tertinggi.
Sebagai akademisi, kontribusi ilmiah Dini terutama diwujudkan melalui karya tulis. Ia telah menghasilkan sejumlah buku dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan bidang kepakarannya. Setidaknya terdapat lima buku yang secara khusus membahas bidang keilmuan yang ia tekuni. Selain itu, berbagai artikel ilmiahnya juga dipublikasikan di jurnal akademik. Saat ini, ia juga tengah menyusun buku baru yang membahas tentang peradilan militer (topik yang masih berada dalam lingkup kepakaran hukum peradilan khusus).