Kedua, bahaya laten Stunting dan penyakit kronis. Kesehatan fisik anak berkorelasi langsung dengan kemampuan kognitif mereka. Salah satu ancaman terbesar saat ini adalah stunting (tengkes), yaitu kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis. Secara medis, stunting tidak hanya membuat anak bertubuh pendek, tetapi juga membuat perkembangan otaknya tidak maksimal. Akibatnya, anak memiliki daya tangkap yang rendah di sekolah. Selain itu, anak yang mengalami masalah nutrisi di masa kecil memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit tidak menular (PTM) saat dewasa, seperti diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.
Ketiga, Sinergi Tiga Pilar Utama: Asah, Asih, dan Asuh. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan bahwa tumbuh kembang anak yang optimal ditopang oleh tiga kebutuhan dasar yang saling berkaitan. Pertama, Asuh (Kebutuhan Fisik-Biomedis): Mencakup pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi seimbang, imunisasi lengkap untuk mencegah penyakit infeksi, serta menjaga kebersihan lingkungan. Kedua, Asih (Kebutuhan Emosional): Kasih sayang dan rasa aman dari orang tua. Anak yang dibesarkan dengan penuh kasih sayang menghasilkan hormon pertumbuhan yang optimal dan memiliki regulasi emosi yang baik. Ketiga, Asah (Kebutuhan Stimulasi): Proses belajar melalui bermain. Stimulasi verbal, visual, dan motorik sejak dini akan melatih kecerdasan, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah.


