Selain itu, Asep juga mengunjungi kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) keterampilan merajut yang diikuti oleh ibu-ibu penghuni apartemen. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan potensi ekonomi dan kreativitas para ibu dengan memanfaatkan waktu luang mereka.
“Dengan adanya kegiatan ini mereka bisa memanfaatkan waktu luang dengan mengaplikasikan bakat yang ada di dalam dirinya yang mungkin bisa menjadi penghasilan sampingan,” tuturnya.
Pihaknya berharap, bahwa skema hunian vertikal ini dapat diterapkan di wilayah lain di Jawa Barat sebagai solusi untuk mengatasi backlog perumahan. Asep juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas fasilitas dan pengelolaan program agar dapat berkelanjutan dan efektif dalam menangani masalah perumahan di Indonesia, khususnya di Jawa Barat.(ask/bnn)