Belajar Lewat Permainan dan Simulasi
Pada pelaksanaannya, kegiatan psikoedukasi ini dirancang menggunakan pendekatan experiential learning, memadukan permainan simulasi, ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan bermain peran (role play). Di awal sesi, para kader diajak memainkan permainan pesan berantai yang secara sengaja menghadirkan pengalaman menerima informasi secara cepat, satu arah, dan dengan istilah yang formal. Melalui sesi refleksi setelahnya, para kader mengaku menyadari bahwa cara serupa selama ini kerap mereka gunakan saat menyosialisasikan program kepada warga, dan hal itu berpotensi membuat pesan sulit dipahami serta mengubah makna informasi yang ingin disampaikan.
Kader kemudian dibekali materi mengenai komunikasi efektif berbasis prinsip REACH (Respect, Empathy, Audible, Clarity, Humble) serta keterampilan mendengarkan aktif (active listening). Materi ditutup dengan sesi simulasi, di mana para kader mempraktikkan langsung cara mengajak warga memilah sampah maupun mengingatkan jadwal posyandu lansia dengan pendekatan yang lebih terbuka, sederhana, dan memberi ruang bagi warga untuk bertanya.


