Evaluasi yang dilakukan melalui pre-test dan post-test terhadap sembilan peserta menunjukkan peningkatan pemahaman yang bermakna. Skor rata-rata pemahaman kader mengenai komunikasi efektif naik dari 7,89 sebelum kegiatan menjadi 9,33 setelah kegiatan, dengan hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,016 atau di bawah ambang batas 0,05, yang menandakan peningkatan tersebut bukan terjadi secara kebetulan.
Selain peningkatan pada aspek pengetahuan, hasil observasi dan refleksi tertulis peserta turut memperlihatkan perubahan sikap. Para kader mulai menyadari pentingnya membuka ruang komunikasi dua arah dan tidak sekadar menyampaikan himbauan. Meski demikian, aspek empati dalam merespons keluhan atau penolakan warga dinilai masih perlu terus dilatih, mengingat sebagian kader mengaku masih merasa canggung ketika menghadapi tanggapan warga yang kurang menyenangkan.


