Penelitian ini kemudian memperkenalkan konsep baru yang disebut “literasi hoaks”, yakni kemampuan berpikir kritis, menilai sumber, memahami konteks, serta bertanggung jawab secara sosial dan moral terhadap informasi yang dikonsumsi dan disebarkan. Konsep ini menempatkan literasi bukan hanya sebagai keterampilan teknis, tetapi sebagai praktik sosial dan tindakan ideologis yang melibatkan kesadaran diri.
Temuan penelitian ini memiliki implikasi praktis yang luas. Bagi dunia pendidikan, konsep literasi hoaks dapat menjadi dasar penyusunan kurikulum literasi digital yang tidak hanya menekankan keterampilan teknis, tetapi dimensi moral dan sosial. Bagi pemerintah dan lembaga publik, hasil penelitian ini memberi arah baru bagi pengembangan strategi anti-hoaks yang berbasis pada karakter generasi muda. Sementara bagi masyarakat umum, penelitian ini menjadi pengingat penting bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan beradab.