“Agar Perempuan itu tidak sekadar menjadi objek pembagunan seperti yang terjadi selama ini tetapi kita harus aktif meningkatkan kemampuan kaum perempuan sehingga bisa berdaya,” ujar Tia.
Tia berharap, kasus demi kasus yang saat ini dengan mudah viral di media sosial menjadikan triger awal agar masyarakat dan pemerintah lebih waspada sekaligus mengawal kasus tersebut ke ranah hukum.
“Mudah-mudahan dengan viralnya pemberitaan terhadap pelaporan kekerasan yang terjadi kepada perempuan di Bogor bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua agar ke depan Jawa Barat bisa merdeka dari kekerasan terhadap perempuan, komunikasi harus menjadi kunci,” pungkas Tia.(ask/bnn)