“Melalui KMI Expo 2026, ini bukan kompetisi konsep bisnis. Tetapi ini adalah kompetisi real business yang harus kalian pertahankan. Yang harus kalian tunjukkan bahwa ada keunikan yang dilakukan oleh mahasiswa Unisba,” tuturnya.
Harits menilai Leraklin memiliki karakter yang dapat merepresentasikan identitas Unisba sebagai perguruan tinggi Islam. Penggunaan bahan tumbuhan lerak sebagai alternatif detergen juga dapat menjadi bagian dari penjelasan mahasiswa kepada dewan juri mengenai proses produksi, bahan yang digunakan, hingga aspek kehalalan produk.
“Leraklin itu ada karakteristik Unisbanya. Mungkin halal prosesnya dan lain sebagainya bisa dielaborasi untuk menambah nanti. Boleh jadi Dewan Juri itu akan memberikan pertanyaan,” katanya.
Ia juga mengingatkan tim agar mampu menjelaskan aspek bahan dan proses produksi Leraklin secara komprehensif, termasuk keterkaitannya dengan halal supply chain dan originalitas produk. Kemampuan menyampaikan gagasan melalui pitching juga menjadi bagian penting dalam kompetisi tersebut.


