Dalam paparannya, ia mengungkapkan bahwa jumlah Guru Besar di Indonesia masih terbatas. Dari sekitar 333 ribu dosen secara nasional, hanya sekitar 3 persen yang telah mencapai jabatan profesor. Di wilayah Jawa Barat dan Banten, jumlah tersebut bahkan belum mencapai 1 persen.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa percepatan karier akademik menuju Guru Besar masih menjadi tantangan bersama, terutama bagi dosen muda,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Universitas Islam Bandung menempati posisi kedua dari sepuluh perguruan tinggi dengan kontribusi tertinggi dalam menghasilkan Guru Besar di lingkungan LLDIKTI Wilayah IV. Berdasarkan data LLDIKTI, Unisba saat ini memiliki 28 profesor aktif, atau sekitar 36 profesor jika termasuk profesor emeritus.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penguatan budaya penelitian dan publikasi ilmiah menjadi kunci utama dalam mendorong peningkatan jumlah profesor di Indonesia. Menurutnya, Unisba termasuk perguruan tinggi yang menunjukkan capaian positif dalam pengembangan akademik, ditandai dengan bertambahnya jumlah Guru Besar serta produktivitas publikasi yang kompetitif.