Ia menambahkan, penghargaan tersebut juga sejalan dengan visi Unisba sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari nilai-nilai 3M Unisba dalam membentuk pribadi mujahid, mujtahid, dan mujaddid. Menjadi kampus yang ramah bagi semua pihak, termasuk penyandang disabilitas, adalah bentuk kontribusi nyata Unisba bagi masyarakat dan peradaban,” ujarnya.
Asnita mengajak seluruh sivitas akademika untuk menjadikan inklusivitas sebagai budaya bersama. “Mari bergandengan tangan agar kampus inklusif bukan sekadar narasi, tetapi menjadi budaya. Penghargaan ini hanyalah langkah awal. Yang paling penting adalah membangun kesadaran dan aksi bersama sehingga Unisba menjadi kampus yang nyaman, setara, dan ramah bagi semua,” pungkasnya.(askur/nmn)***


