“Dari proses penilaian tersebut terlihat adanya upaya nyata yang telah dilakukan Unisba dalam membangun kampus inklusif. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas effort yang telah kami lakukan, meskipun pekerjaan rumah kami masih sangat banyak,” kata Asnita.
Ia menjelaskan, sebelum memperoleh penghargaan, Unisba telah melaksanakan berbagai program penguatan layanan disabilitas. Di antaranya menggelar focus group discussion (FGD) bersama Bandung Independent Living Center (BILiC) untuk memahami berbagai jenis disabilitas beserta kebutuhan pendampingannya, menghadirkan Komisi Nasional Disabilitas (KND) RI dalam sesi sosialisasi kepada para dekan mengenai implementasi kampus inklusif, melakukan benchmarking ke Monash University Indonesia guna mempelajari praktik layanan pembelajaran inklusif, serta mengikuti rangkaian penyusunan dan pengisian indikator dalam UNS-KND Inclusion Metric bersama UNS dan KND.


