Namun, agar tujuan tersebut benar-benar tercapai, pelaksanaannya harus disertai dengan prosedur yang jelas, sistem monitoring dan evaluasi yang terstruktur, serta langkah mitigasi risiko keracunan makanan yang bisa saja terjadi di masyarakat. Pepatah modern mengingatkan: “Food is a hidden hazard” — dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari, selalu ada potensi bahaya tersembunyi yang sering luput dari perhatian.
Beberapa waktu lalu, kita dikejutkan dengan kasus keracunan massal pada program MBG di Kabupaten Bandung Barat yang berdampak ratusan siswa di Cipongkor dan Cihampelas. Gejala yang terlaporkan dari mulai gejala mual, muntah, diare, bahkan harus dirawat di rumah sakit. Hal ini mengingatkan kita tentang pentingnya melakukan antisipasi yang terstruktur untuk mencegah terjadinya hal serupa pada daerah yang sama maupun daerah lainnya di Indonesia. Keracunan makanan kerap dianggap sebagai persoalan kecil: mual, muntah, diare yang sembuh dalam hitungan jam. Kenyataannya, keracunan makanan bisa berubah menjadi bencana kesehatan masyarakat bila terjadi secara massal. Kejadian ini menjadi alarm keras untuk pembenahan berbagai sektor.