Menurut Sahat, inovasi dari Barantin ini sebagai langkah maju dalam pelayanan publik. Di era digital ini, instansi pemerintah dituntut untuk terus berinovasi. Penghematan dengan mengeliminasi komponen yang bisa digantikan. “Terus lakukan inovasi layanan. Efisiensikan anggaran, sehingga lebih hemat atau dapat digunakan untuk kegiatan lainnya,” ucapnya.
“Transformasi sistem layanan Best Trust ini merupakan realisasi salah satu program utama Barantin, digitalisasi layanan. Memberikan kemudahan dalam layanan tindakan karantina, sehingga masyarakat bisa mengajukan permohonan tindakan karantina di mana saja, tidak perlu datang ke kantor Karantina. Mitigasi risiko berdasarkan jenis media pembawanya,” jelas Sahat.
Sahat lebih lanjut menjelaskan, masyarakat dapat langsung memantau permohonannya hingga terbitnya sertifikat kesehatan karantina secara elektronik. Sistem layanan ini Sahat menyebutkan lebih transparan dan akuntabel. Sejalan dengan core value ASN BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif), pada nilai orientasi layanan dan akuntabel. Menurutnya inovasi tersebut hadir sebagai bentuk adaptif Barantin untuk menjawab tantangan dalam pelayanan publik.